Kamis, 30 Desember 2010

Puisi Sederhana II

Saling Melengkapi?

Semua berlalu
Ingatanku rapuh
Menjadi serbuk dan hilang
Namun ada serpihan-serpihan kecil yang tersisa
Serpihan dengan ujung tajam yang menggoreskan luka
Membuat perih dalam hati
Membuat aku hilang kendali
Tak mampu lagi warnai hari
Menjalani hidup hanya sendiri
Ingin kusayatkan pisau ke tanganku
Ingin kutancapkan duri di tubuhku
Tak mampu kubertahan
Kuteriakkan pada laut dan awan
Mengapa manusia begitu lemah?!
Tidak seperti awan yang dapat terus bertahan karena penguapan air laut
Tidak seperti laut yang dapat terus bertahan karena hujan dari awan
Mengapa kaum kami tak bisa seperti kalian?!
Hanya bisa saling menjatuhkan dan menyiksa!
Tak bisa saling melengkapi!
Rubahlah aku menjadi awan!!!
Aku ingin merasakan arti dari "saling melengkapi"

Oleh: Rival Darmawan

Rabu, 22 Desember 2010

Puisi Sederhana

DINGIN


Dingin..
Hatiku begitu dingin
Memaksakan apa yang aku ingin
Demi kebebasan dan kenikmatan lambaian angin

Dingin,
meski badai dalam hidup kini menerpa
Semangat hidupku tetap tak menyapa
Hidupku terasa hampa
Tapi aku tak tahu mengapa?!
Masa-masa indah itu dengan mudahnya terlupa

Dingin,
Orang-orang begitu dingin padaku
Tidak ada yang membantuku melepas pasung ini dariku
Semangat hidupkupun kini telah terpaku
Hingga hatiku mulai membeku

Dingin,
Tapi kini kau datang hangatkan dingin ini
Membebaskanku dari sini
Mengingatkanku pada sang pemberani
Aku akan berusaha berani untuk menjalani
Semua masalah yang memberatkan pundakku kini.

Dingin,
Dingin bahan dari pedang mulia
yang membuat sang pemberani berjaya
Kini akan aq bawa tuk melawan dingin dunia
Agar kelak aku bahagia